Site Loader
  1. Buat Konten Yang Berkualitas dan Sesuai Tren

Untuk membuat konten yang menarik dan berkualitas, satu hal yang perlu Kamu ketahui adalah apa yang sedang menjadi trend di mesin pencari google. Untuk mengetahui hal ini, Kamu dapat mencari tahu melalui Google Trends.

Cobalah mengakses trends.google.com, dan lihat apa yang sedang menjadi bahan perbincangan saat ini.

Setelah Kamu mengetahui tren topik yang sedang diperbincangkan oleh masyarakat, langkah selanjutnya adalah memilih dan menyesuaikan tren yang cocok dengan bisnis Kamu.

Mulailah untuk mengaplikasikan tren yang ada ke dalam konten yang akan dibuat. Contohnya: jika tren saat ini berbicara mengenai mainan terbaru fidget spinner sedangkan bisnis Kamu menjual produk gadget elektronik, maka konten marketing Kamu dapat berupa artikel mengenai gadget dan permainan fidget spinner.

  1. Konten Harus Mendefinisikan Audiens Kamu

Tanpa mengetahui siapa target audiens, apa yang mereka butuhkan, dan dimana mereka biasa berkumpul akan mustahil bagi Kamu untuk memiliki kesempatan menciptakan konten yang benar-benar mendidik, menghibur, dan mengubahnya pola pikir audiens. Pastikan konten yang Kamu buat haruslah mampu mendefinisikan target audiens Kamu.

Ketahuilah lebih dalam lagi akan lokasi geografis, pekerjaan, pendapatan dan karakteristik masing-masing audiens. Posisikan diri Kamu sebagai audiens dan mulailah memahami motivasi yang dimiliki.

Misal: jika bisnis Kamu menjual gadget, dan target audiens Kamu merupakan orang-orang berusia 18-40 tahun yang sadar dengan teknologi, maka konten yang dibuat haruslah mencerminkan kemajuan teknologi saat ini.

Konten marketing yang Kamu buat harus berisikan informasi-informasi teknologi terkini, dan fungsi dari gadget yang dijual. Melalui konten marketing seperti ini, minat dari audiens pasti akan semakin meningkat.

  1. Repurpose Konten Kamu

Kamu mungkin berpikir bahwa setiap konten yang dibuat harus merupakan konten original. Hal ini tentunya benar, akan tetapi terkadang melakukan repurpose untuk konten yang sudah pernah dibuat sebelumnya juga dapat menjadi sesuatu yang menarik.

Informasi lama yang sebelumnya pernah ditampilkan dapat Kamu tampilkan kembali dengan cara yang berbeda, namun mengandung informasi yang sama.

Melakukan repurpose konten akan menghemat banyak waktu, namun dari segi hasil akan tetap mampu menarik audiens-audiens Kamu tentunya.

  1. Promosikan dan Distribusikan Konten Kamu

Menurut studi 53% pemilik bisnis mengetahui bahwa diperlukan adanya strategi konten yang dibuat, namun hanya 26% yang benar-benar menjalankannya.

Tugas Kamu tentunya tidak berhenti saat Kamu berhasil membuat konten yang hebat saja. Setelah konten telah dibuat, langkah selanjutnya adalah untuk mendistribusikannya.

Distribusi konten dapat dilakukan melalui sosial media, website, blog, dan channel promosi lainnya. Pastikan Kamu mendistribusikan konten yang dibuat secara rutin agar lebih banyak audiens yang didapatkan.

  1. Tetapkan Tujuan Kamu

Semua pemilik bisnis yang ditanya mengenai apa yang diharapkan dari konten marketing yang dibuat, mereka pastinya akan mengatakan, “peningkatan penjualan.”

Akan tetapi, tahukah Kamu bahwa pembuatan konten marketing yang menarik harus dilakukan secara berkala dan bertahap sebelum mencapai hasil akhir berupa peningkatan penjualan?

Di saat awal Kamu mencoba membangun setiap konten marketing yang ada menjadi lebih menarik, Kamu hanya akan mendapatkan lebih banyak target audiens yang melihat bisnis Kamu.

Lebih banyak orang mengetahui apa yang Kamu lakukan, dan siapakah Kamu. Contoh: Saat di tahap awal Kamu akan menargetkan dibuat biasa akan berupa pengenalan-pengenalan akan bisnis, company profile, dan lainnya.

Segera setelah brand awareness sudah dicapai, Kamu mungkin akan mulai menetapkan tujuan menjadi peningkatan penjualan, maka di sini konten yang dibuat berupa promo-promo, dan sebagainya. Menentukan tujuan akan menentukan arah konten marketing yang dibuat.

Nah, segera setelah Kamu berhasil membuat konten marketing yang menarik, akan banyak bermunculan audiens yang dapat menjadi target konsumen potensial bagi Kamu.

Tujuan akhir Kamu berupa peningkatan penjualan akan menjadi tolak ukur dalam keberhasilan konten marketing Kamu. Namun, sebelum terjadinya hal ini, pastikan Kamu dan sumber daya bisnis yang dimiliki telah cukup.

Saskia

Make up addict - Digital Media Enthusiast, yang terjun ke digital agency & start up sejak 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *